Peran Muhammadiyah dalam Pergaulan Internasional: Tantangan dan Strategi Globalisasi Islam Moderat

Authors

  • Hanif Abdul Fath Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Muhammad Hayat Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1388

Keywords:

Muhammadiyah, Islam Moderat, Diplomasi Non-negara, Globalisasi Organisasi Islam, Soft Power, Hubungan Internasional

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Muhammadiyah dalam pergaulan internasional sebagai representasi Islam moderat dari Indonesia. Sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 30 juta anggota, Muhammadiyah telah mengembangkan jaringan global yang signifikan melalui pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil membangun citra positif sebagai wakil Islam moderat di forum internasional melalui partisipasi aktif di PBB, UNESCO, ICESCO, serta organisasi regional lainnya. Namun, organisasi ini menghadapi tantangan berupa resistensi politik, stereotip negatif terhadap Islam, keterbatasan sumber daya, dan kompetisi dengan gerakan Islam radikal. Strategi yang dikembangkan meliputi penguatan diplomasi pendidikan, kerja sama kemanusiaan internasional, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan civil society global. Penelitian ini menemukan bahwa Muhammadiyah telah menjadi aktor non-negara yang penting dalam diplomasi internasional Indonesia, namun perlu optimalisasi lebih lanjut untuk meningkatkan dampak globalnya. Kebaruan penelitian terletak pada analisis komprehensif tentang strategi globalisasi organisasi Islam moderat yang belum banyak dikaji secara sistematis.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Fath, H. A., & Hayat, M. (2026). Peran Muhammadiyah dalam Pergaulan Internasional: Tantangan dan Strategi Globalisasi Islam Moderat. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(1), 7–15. https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1388