Darurat Membaca di Indonesia: Implikasi Rendahnya Kemampuan Literasi terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia

Authors

  • Nailah Rabbania Thalib Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Raodha Tul Janna Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Syal Sabila S Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Nasywa Safitri Sumaila Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Regita Cahyani Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • An’nisa Adelia Rahma Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Abdul Salam Pasya Tanango Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Nafla Qurrota A’yun Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar
  • Firmansyah Koesyono Efendi Program Studi Teknik Kardiovaskuler, Universitas Megarezky Makassar

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1387

Keywords:

Darurat Membaca, Literasi, Minat Baca, PISA, Sumber Daya Manusia

Abstract

Penelitian ini berfokus pada isu "darurat membaca" di Indonesia, yang ditandai dengan rendahnya literasi membaca siswa berdasarkan hasil survei Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) secara konsisten. Dalam laporan PISA 2022, Indonesia berada di peringkat ke-74 dari 79 negara dengan skor literasi membaca 380, jauh di bawah rata-rata. Rendahnya kemampuan ini menghadirkan tantangan besar bagi sistem pendidikan dan menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Bertujuan menganalisis permasalahan dan menawarkan solusi kebijakan untuk meningkatkan minat baca sebagai fondasi awal terwujudnya generasi yang memiliki daya saing, berpikir kritis, dan SDM yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah literatur review dan studi kasus untuk menganalisis laporan relevan dan menyoroti fenomena nyata seperti kurangnya akses bahan bacaan dan budaya membaca yang minim. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya minat baca dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor sosial dan budaya, di mana membaca belum menjadi kebiasaan sehari-hari dan sering dianggap hanya sebagai kegiatan akademis. Faktor keterbatasan akses buku dan fasilitas yang tidak memadai, yang ditunjukkan oleh minimnya perpustakaan di setiap daerah dan ketidakmerataan distribusi buku. Konsekuensi dari krisis ini meliputi menurunnya kemampuan berpikir kritis dan analitis, lemahnya kemampuan komunikasi dan penalaran ilmiah, serta kurangnya daya saing SDM dalam konteks global.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Thalib, N. R., Janna, R. T., Syal Sabila S, Sumaila, N. S., Cahyani, R., Rahma, A. A., Tanango, A. S. P., A’yun, N. Q., & Efendi, F. K. (2026). Darurat Membaca di Indonesia: Implikasi Rendahnya Kemampuan Literasi terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1387

Most read articles by the same author(s)