Perempuan, Luka, dan Pemulihan: Gambaran Kesejahteraan Psikologis Penyintas Kekerasan Seksual dengan Gangguan Kesehatan Mental di Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v3i4.1296Keywords:
Kesejahteraan Psikologis, Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual, Perempuan, Gangguan Kesehatan MentalAbstract
Pelecehan seksual merupakan masalah serius yang berdampak luas, khususnya pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis korban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal korban kekerasan seksual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga narasumber yang diperoleh melalui snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikologis harus dilakukan secara individual dan kontekstual. Pendekatan multidisipliner seperti terapi kognitif-perilaku untuk mengelola stres dan terapi naratif untuk merekonstruksi makna hidup, terbukti efektif. Selain itu, dukungan sosial dan religiusitas juga menjadi komponen penting dalam proses pemulihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pendekatan holistik dan individualistik dalam membantu korban kekerasan seksual mencapai pemulihan psikologis yang optimal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






