Gambaran Distribusi Obat di Instalasi Farmasi RSU Madina Bukittinggi Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i3.1842Keywords:
Distribusi Obat, Instalasi Farmasi, One Daily Dose, Floor StockAbstract
Pendistribusian obat merupakan salah satu pilar penting pelayanan kefarmasian di rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat secara tepat jenis, jumlah, dan waktu (Permenkes No. 72, 2016). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem distribusi obat di Instalasi Farmasi RSU Madina Bukittinggi Tahun 2026 berdasarkan enam indikator tujuan khusus. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Agustus 2026 melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi obat menerapkan kombinasi sistem One Daily Dose (ODD) dan Floor Stock. Sistem tersebut efektif dalam meminimalkan over stock, tetapi menghadapi kendala tingginya frekuensi pengamprahan obat fast moving. Kepatuhan terhadap SOP tergolong baik, meskipun verifikasi obat di depo terkendala saat pelayanan ramai. Response time distribusi berkisar 1–3 jam, dengan hambatan berupa keterbatasan SDM gudang dan pemisahan lokasi gudang dengan unit pelayanan. Ketepatan jenis dan jumlah obat dijaga melalui double-checking, sedangkan pencatatan menggunakan kartu stok dan SIMRS. Disimpulkan bahwa sistem distribusi obat telah berjalan sesuai SOP, namun masih memerlukan penambahan SDM, penguatan manajemen operasional, dan integrasi lokasi pelayanan.






