Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada By.Ny.D dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Kalimantan Tengah
DOI:
https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i4.1881Keywords:
Asuhan Kebidanan, Bayi Baru Lahir, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), NeonatusAbstract
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas neonatal. Di Indonesia tahun 2024, BBLR dan prematuritas berkontribusi sebesar 26,37% terhadap kematian bayi, sedangkan di Kalimantan Tengah mencapai 27,1% kematian neonatal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya asuhan kebidanan yang komprehensif pada bayi dengan BBLR. Memberikan asuhan kebidanan pada Bayi Baru Lahir (BBL) dengan BBLR menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada By. Ny. D di RSUD Sultan Imanuddin pada 28 Januari–28 Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan teori. By. Ny. D lahir dengan berat 2.265 gram dan APGAR Score 8/9. Asuhan meliputi penghangatan, pemantauan pernapasan dan suhu, pemenuhan nutrisi, serta pencegahan infeksi. Selama kunjungan neonatal I, II, dan III, kondisi bayi baik tanpa komplikasi. Pada kunjungan III, berat badan meningkat menjadi 3.340 gram. Asuhan kebidanan pada By. Ny. D dengan BBLR berjalan baik, kondisi bayi stabil, tanpa komplikasi, dan terjadi peningkatan berat badan selama pemantauan.






