Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i3.1701Keywords:
Guru PAI, Karakter Religius, Era DigitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pendidikan sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Kemudahan akses informasi melalui berbagai platform digital tidak hanya memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku, moral, dan spiritual peserta didik apabila tidak disertai dengan pendampingan yang tepat. Dalam konteks tersebut, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus fasilitator dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius peserta didik di era digital serta mengidentifikasi strategi yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri Gadingsari. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan sepuluh peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan fasilitator dalam membentuk karakter religius melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, penguatan nilai-nilai moral, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran. Keberhasilan pembentukan karakter religius dipengaruhi oleh konsistensi guru dalam memberikan teladan, dukungan program sekolah, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana mampu mendukung pembentukan karakter religius peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.






