Analisis Pengaruh Dimensi Iklim Kerja Perawat terhadap Waktu Tunggu Transfer Pasien di IGD RSUD Balaraja

Authors

  • Ori Rezky Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Respati Indonesia
  • Eka Yoshida Syofian Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Respati Indonesia
  • Ani Nuraini Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Universitas Respati Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i2.1542

Keywords:

Rumah Sakit, IGD, Iklim Kerja, Waktu Tunggu Transfer

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh iklim kerja terhadap waktu tunggu transfer pasien Instalasi Gawat Darurat di RSUD Balaraja tahun 2025. Penelitian ini merupakan desain penelitian mix methods dengan sequential explanatory. Hasil uji chi square menggambarkan ada hubungan variabel struktur (p-value = 0,031), standar (p-value = 0,009), tanggung jawab (p-value = 0,039, pengakuan (p-value = 0,009), dukungan (p-value = 0,014), komitmen (p-value = 0,001) terhadap waktu tunggu transfer pasien. Hasil uji regresi logistik didapatkan variabel struktur mempengaruhi 12,030 lebih tinggi pada pelayanan waktu tunggu transfer pasien yang sesuai dibanding dengan waktu tunggu transfer pasien yang lama, dan variabel tanggung jawab mempengaruhi 14.772 lebih tinggi pada pelayanan waktu tunggu transfer pasien IGD yang sesuai dibanding dengan waktu tunggu transfer pasien yang lama. Variabel yang paling dominan mempengaruhi waktu tunggu pelayanan IGD RSUD Balaraja yaitu tanggung jawab dengan OR=14,772. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur, standar, tanggung jawab, pengakuan, dukungan, dan komitmen berhubungan terhadap waktu tunggu transfer pasien di IGD RSUD Balaraja, namun hanya variabel struktur dan tanggung jawab yang berpengaruh terhadap waktu tunggu transfer pasien di IGD RSUD Balaraja.

Downloads

Published

2026-04-14

How to Cite

Rezky, O., Syofian, E. Y., & Nuraini, A. (2026). Analisis Pengaruh Dimensi Iklim Kerja Perawat terhadap Waktu Tunggu Transfer Pasien di IGD RSUD Balaraja. DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Kesehatan, 2(2), 150–166. https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i2.1542