Integrasi Teknologi dalam Pengelolaan Pembelajaran di PAUD

Authors

  • Salma Nur Faujia Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Universitas Islam Nusantara
  • Vina Firnanda Priadi Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Universitas Islam Nusantara
  • Malika Sabila Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Universitas Islam Nusantara
  • Revita Yanuarsari Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i1.1431

Keywords:

Integrasi Teknologi, Pengelolaan, Pendidikan Anak Usia Dini

Abstract

Artikel ini membahas integrasi teknologi dalam pengelolaan pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) untuk mengeksplorasi strategi integrasi teknologi, manfaat teknologi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah, serta tantangan literasi digital yang dihadapi pendidik PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi mampu meningkatkan efisiensi operasional sekolah melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang lebih efektif. Pemanfaatan platform digital seperti Sistem Informasi Manajemen (SIM), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan aplikasi desain Canva terbukti dapat mengurangi beban kerja tenaga administrasi dan pendidik, sehingga memungkinkan guru lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Namun demikian, keberhasilan implementasi teknologi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya tingkat literasi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi teknologi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi digital pendidik serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik di era modern.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Faujia, S. N., Priadi, V. F., Sabila, M., & Yanuarsari, R. (2026). Integrasi Teknologi dalam Pengelolaan Pembelajaran di PAUD. DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Kesehatan, 2(1), 89–97. https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i1.1431